Mengapa Menjamas Keris Harus Setahun Sekali Di Bulan Suro?, Ini Jawabannya!

 Menjamas keris atau memandikan keris ( pusaka) adalah sebuah tradisi yang tidak bisa di lepaskan dari kebudayaan Indonesia terutama Jawa.

Hal itu di lakukan untuk menormalkan atau mengembalikan kembali fitalitas energi maupun kilau bilah keris itu sendiri.

Ibarat Anda yang telah melakukan aktifitas seharian penuh, pasti akan merasa lebih segar kembali setelah mandi dan bebersih diri.

Seperti itulah fungsi dari menjamas.

yang jadi pertanyaan adalah mengapa harus di lakukan setahun sekali?

Dan mengapa harus di bulan suro?

Baiklah, Saya akan menjawabnya dengan jawaban yang mudah – mudahan dapat dengan mudah di pahami.

Jadi begini.. Mengapa harus setahun sekali?

Ya, mengapa harus setahun sekali jika menjamas keris dapat mengembalikan atau menormalkan kembali kegaiban maupun nilai eksotik dari bilah keris itu sendiri? bukankah jika di lakukan setiap hari akan lebih baik?

Memang, ada konsep yang mengatakan bahwa semakin sering sebuah benda di cuci, maka benda itu akan nampak semakin bagus setiap hari.

Sayangnya, hal itu tidak berlaku bagi dunia perkerisan. Terutama keris – keris yang sudah berumur.

Itu di sebabkan oleh faktor bahan pembuatan dari keris iu sendiri. Pusaka yang terbuat dari campuran besi, baja atau nikel yang mana dapat terkikis oleh sesuatu yang memiliki sifat asam.

Sifat asam tersebuMenjamas kerist dapat di temukan dalam larutan atau air yang akan di pergunakan untuk mencuci atau menjamas keris tersebut. Seperti air jeruk, air kelapa, buah mengkudu atau pace, dan juga sabun. kesemua benda tersebut mengandung asam yang mana dapat mengikis bahan – bahan yang terbuat dari besi.

kita sering kali melihat benda yang terbuat dari besi yang terkena bahan yang bersifat asam lama – kelamaan akan terkikis. Kalau dalam bahasa jawa di sebut “rempel”. Anda bisa membayangkan sendiri, bagaimana jadinya keris yang Anda miliki jika harus di mandikan dengan cairan tersebut lebih sering?

Tentu saja hal itu akan menjadikan pusaka atau keris yang Anda miliki semakin cepat aus atau terkikis bendanya. Kewingitan yang ada di dalamnyapun akan semakin melemah seiring terkikisnya bilah keris itu.

Nilai isoterisnyapun akan semakin pudar. Itulah alasan mengapa proses penjamasan keris hanya di lakukan setahun sekali. Bahkan, pada umumnya untuk koleksi pribadi ada yang melakukan penjamasan pusaka dalam dua atau tiga tahun sekali.

Dan kemudian pertanyaan selanjutnya.

Mengapa harus di bulan tertentu saja? terutama di bulan suro?

Kita semua tahu bahwa sasi atau bulan suro memiliki nilai kesakralannya sendiri dalam kebudayaan kejawen pada khususnya. mengingat banyak sekali kejadian atau kepercayaan – kepercayaan mistik yang terjadi di bulan itu. Termasuk banyaknya bala atau sengkolo atau kesialan.

Bulan Suro juga di sebut “Sasi sumbering energi ngalam” bagi sebagian besar para spiritualist dan paranormal. Bulan suro merupakan bulan awal di bukanya tahun baru yang mana segala sesuatu atau sumber energi yang ada di alam ini akan terbuka. Baik energi yang baik maupun energi yang buruk.

Tentu apabila Anda di beri kesempatan yang bagus bagi masa depan, Anda tidak akan melewatkannya bukan?

Nah, begitu pula pada kesempatan bulan Suro ini.

Pada kesempatan ini, banyak sekali prosesi ritual yang di lakukan dengna tujuan pemurnian dan pengikisan kembali energi yang telah mati atau telah terkikis. Salah satunya adalah prosesi penjamasan keris atau pusaka.

Tujuannya adalah untuk “Nganyarake” atau memperbarui apa – apa yang ada di dalam keris tersebut, baik dari segi fisiknya maupu metafisiknya. Dengan harapan prosesi tersebut fungsi dari keris atau pusaka yang di miliki akan normal kembali. Terutama dari segi kewingitannya.

Itulah alasan mengapa menjamas keris pusaka hanya di lakukan setahun sekali dan mengapa harus bulan suro?!

Semoga penjelasan di atas akan menambah wawasan yang Anda miliki perihal dunia perkerisan.

Salam harmonis dari Saya Ki Sabrang Alam.